KOMUNIKASI POLITIK - PENGERTIAN

Definsi Komunikasi

Komunikasi merupakan kata yang berasal dari bahasa Latin, communicatio, berarti ‘pemberitahuan’ atau ‘pertukaran pikiran’. Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakan apa, dengan cara apa, kepada siapa, dengan efek apa (Lasswell). Komunikasi berarti suatu mekanisme hubungan antarmanusia yang dilakukan dengan mengartikan simbol secara lisan dan membacanya melalui ruang dan menyimpan dalam waktu (Charles H. Cooley).

Definisi Politik

Politik secara estimologis berasal dari Bahasa Yunani, politeia (polis) yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, yaitu negara dan teia, berarti urusan.

Politik didefinisikan sebagai kewenangan dalam mengalokasikan nilai-nilai (Easton, 1953). Politik adalah kekuasaan dan pemegang kekuasaan (Catlin 1963).

Definisi Komunikasi Politik

Komunikasi politik adalah studi interdisipliner atau berhubungan dengan berbagai macam ilmu, terutama dalam hubungan antara proses komunikasi dan proses politik. Pengertian komunikasi politik dapat dirumuskan sebagai suatu proses pengoperan lambang-lambang atau simbol-simbol komunikasi yang berisi pesan-pesan politik dari seseorang atau kelompok pada orang lain dengan tujuan untuk membuka wawasan atau cara berpikir, serta memengaruhi sikap dan tingkah laku khalayak yang menjadi target politik.

Definisi politik menurut para ahli:

1.      Menurut pakar politik, Maswadi Rauf, komunikasi politik adalah objek kajian ilmu politik karena pesan-pesan yang disampaikan dalam proses komunikasi bercirikan politik, yaitu berkaitan dengan kekuasaan politik negara, pemerintahan, dan juga aktivitas komunikator dalam kedudukan sebagai pelakukegiatan politik.

2.      Menurut pakar hukum, Rusadi Kantaprawira, komunikasi politik adalah penghubung pikiran politik yang hidup di dalam masyarakat, baik itu pikiran intern golongan, asosiasi, instansi, ataupun sektor kehidupan politik pemerintah. Rusadi melihat komunikasi politik dari sisi kegunaannya.

3.      Menurut Astrid S. Soesanto, komunikasi politik ialah komunikasi yang diarahkan pada pencapaian suatu pengaruh  sehingga pada masalah yang dibahas oleh jenis kegiatan komunikasi dapat mengikat semua warga melalui suatu sanksi yang ditentukan oleh lembaga-lembaga politk.

4.      Menurut Roelofs dan Barn Lund, komunikasi politik adalah politik yang berbicara atau untuk menempatkan masalah ini, lebih tepatnya aktivitas politik (politisasi) berbicara.

Cangara dalam bukunya menyebutkan unsur komunikasi politik meliputi komunikaotr, pesan, media atau saluran, komunikan, dan efek.

1.      Komunikator politik

Pihak yang terlibat dalam proses penyampian pesan. Pihak ini adapat berbentuk individu, kelompok, organisai, lembaga, ataupun pemerintah.

2.      Pesan politik

Pernyataan yang disampaikan yang mengandung unsur politik. Misalnya pidato politik, UU, dll.

3.      Media atau saluran politik

Saat ini media massa dianggap sebagai saluran yang paling tepat untuk melakukan proses komunikasi politik.

4.      Komunikan politik

Pihak yang menerima pesan politik dan diharapkan memberikan respon terhadap pesan komunikasi politik. Misalnya memberikan suara pada pemilu.

5.      Efek

Pengukur seberapa jauh pesan politik dapat diterima dan dipahami.

Jika Cangara menjelaskan dalam 5 unsur komunikasi politik. Maka Sumarno membagi unsur-unsur komunikasi politik menjadi:

1.      Unsur-unsur suprastruktur

Terdiri atas tiga kelompok, yaitu berada pada lembaga legislative, eksekutif, dan yudikatif.

2.      Unsur-unsur infrastruktur

Unsur ini meliputi partai politik, kelompok kepentingan, kelompok penekan, media komunikasi politik, kelompok wartawan, kelompok mahasiswa, dan para tokoh politik.

3.      Komunikan dan komunikator

Unsur yang paling penting dalam menentukan setiap bentuk komunikasi.

 

 

AP, S. (1989). Dimensi-Dimensi Komunikasi Politik. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Cangara, H. (2009). Komunikasi Politik. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Pureklolon, T. T. (2016). Komunikasi Politik - Mempertahankan Integritas Akademisi, Politikus, dan Negarawan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Subiakto, H., & Ida, R. (2015). Komunikasi Politik, Media, dan Demokrasi. Jakarta: Prenada Media.

 

 

 

 

Komentar